← Semua layanan

LAYANAN 02

Aerial LiDAR

Pemetaan laser untuk melihat kontur tanah, vegetasi, dan karakteristik topografi suatu wilayah.

RUANG LINGKUP LAYANAN

Teknologi untuk kebutuhan nyata.

LiDAR (Light Detection and Ranging) adalah metode penginderaan jauh berbasis pemindaian laser aktif. Dikombinasikan dengan GPS, IMU, dan wahana udara, metode ini digunakan untuk memetakan struktur permukaan dan informasi topografi.

Apa itu LiDAR?

LiDAR (Light Detection and Ranging) adalah teknologi penginderaan jauh aktif yang memancarkan pulsa laser dan mengukur waktu pantulnya untuk menghitung jarak ke suatu objek. Ratusan ribu pulsa per detik menghasilkan jutaan titik 3D yang disebut point cloud, yang menggambarkan bentuk permukaan secara sangat rinci.

Karena sebagian pulsa laser mampu menembus celah di antara dedaunan, LiDAR dapat merekam permukaan tanah di bawah vegetasi, hal yang sulit dicapai fotogrametri.

Metode pengambilan data dengan UAV

Sistem LiDAR UAV terdiri dari pemindai laser, GNSS, dan IMU (Inertial Measurement Unit) yang dipasang pada wahana udara. GNSS menentukan posisi, IMU merekam orientasi, dan keduanya digabung dengan data jarak laser untuk membentuk koordinat setiap titik.

  • Perencanaan jalur terbang: penentuan ketinggian, kecepatan, dan tumpang tindih jalur agar kerapatan titik sesuai kebutuhan.
  • Pengukuran kontrol: GCP dan ICP diamati dengan GNSS geodetik untuk mengikat dan memvalidasi akurasi.
  • Akuisisi: UAV terbang otomatis sambil memindai; data GNSS/IMU direkam bersamaan dengan data laser.
  • Pengolahan: penentuan lintasan (trajectory), penggabungan jalur, kalibrasi strip, dan koreksi terhadap titik kontrol.
  • Klasifikasi: pemisahan titik tanah, vegetasi, bangunan, dan objek lainnya, kemudian pembuatan DTM, DSM, dan kontur.

Kelebihan

  • Mampu memetakan permukaan tanah di bawah kanopi vegetasi.
  • Akurasi vertikal tinggi dan data 3D yang rapat.
  • Tidak bergantung pada cahaya matahari sehingga fleksibel dalam waktu pengambilan data.
  • Cakupan luas dan cepat dibanding survei terestris, terutama di medan sulit.
  • Menghasilkan data langsung berupa model 3D terukur.

Kegunaan

  • Penyusunan Digital Terrain Model (DTM) dan kontur untuk perencanaan teknik.
  • Perencanaan jalan, jalur transmisi, pipa, dan drainase.
  • Analisis banjir, longsor, dan mitigasi bencana.
  • Inventarisasi hutan dan perkebunan, termasuk tinggi dan kerapatan tegakan.
  • Pertambangan, perhitungan volume, serta pemantauan perubahan permukaan.